mountain bike

MOUNTAIN BIKING

MOUNTAIN BIKING

Indonesia punya banyak sekali gunung dengan berbagai macam tipe ketinggian. Itulah mengapa banyak orang yang hobi melakukan kegiatan outdoor di gunung, mulai dari mendaki, trail, run, camping, paralayang hingga bersepeda. Masing-masing kegiatan ini sudah memiliki pencintanya, namun untuk kegiatan bersepeda memang masih belum terlalu banyak.

Kegiatan Mountain Biking ini merupakan kegiatan petualangan menggunakan Sepeda Gunung (Mountain Bike).  Ada beberapa kategori Jenis bersepeda gunung berdasarkan gaya (style) bersepeda. Produsen sepeda mengkategorikan sepeda gunung buatan mereka berdasarkan style atau gaya bersepeda dengan tujuan lebih memudahkan pesepeda dalam memilih tipe sepeda yang cocok buat mereka.

1. Cross-Country (XC)

Sepeda jenis Cross Country alias XC ini adalah tipe yang paling umum untuk sepeda gunung karena relatif serbaguna dan bobotnya cukup ringan. Sepeda ini umumnya dipakai untuk trek rata beraspal sampai ke trek tanah yang kasar. Sepeda XC didesain agar efisien dan mudah dikayuh sehingga dapat melaju dengan cukup cepat untuk menjangkau jarak yang lebih jauh.

Sepeda jenis ini umumnya dilengkapi dengan suspensi depan walau ada beberapa yang tidak dilengkapi suspensi sama sekali. Sepeda ini cocok untuk pesepeda pemula yang tertarik untuk mencoba bersepeda menggunakan sepeda gunung (MTB).

Cross Country. (www.alpsmountainbike.com)

2. Trail

Sepeda jenis Trail adalah pengembangan dari jenis Cross Country. Sepeda Trail masih dapat menjangkau jarak yang jauh tetapi lebih nyaman dikontrol ketika dipakai melintasi jalanan kasar dengan variasi tanjakan dan turunan. Dibandingkan dengan jenis Cross Country, sepeda Trail biasanya sedikit lebih berat dan lebih kuat, sehingga lebih dapat diandalkan untuk melintasi jalanan yang berbatu.

Trail. (empiremountainbikes.com)

3. Enduro / All Mountain (AM)

Untuk melewati jalanan yang lebih berat penuh dengan gundukan tanah yang lebih besar, melaju menaiki dan menuruni bukit dengan kecepatan yang tinggi sambil melompat turun (drop) atau melompat keatas (jump) pesepeda dapat menggunakan sepeda jenis All Mountain (AM) atau Enduro. Sepeda AM sedikit lebih berat dibandingkan dengan sepeda jenis Trail, namun dibuat agar lebih kuat menahan benturan yang lebih besar dari trek yang lebih menantang.

Untuk membantu meningkatkan stabilitas, sepeda AM dibuat lebih panjang dibandingkan dengan sepeda XC atau trail serta menggunakan stang yang lebih panjang dan stem yang lebih pendek untuk kemudi yang lebih reaktif.

All Montain/Enduro. (www.santacruzbicycles.com)

4. Downhill (DH)

Sesuai dengan namanya, sepeda jenis Downhill (DH) dibuat khusus untuk menuruni lereng bukit atau gunung dengan kecepatan tinggi. Karena prioritas utamanya adalah kekuatan dan daya tahan, sepeda jenis DH ini biasanya lebih berat dibandingkan sepeda jenis lainnya. Untuk membawanya menaiki bukit atau gunung, sepeda ini tidak dikayuh melainkan didorong atau diangkut dengan mobil.

Sepeda Downhill.

5. Free Ride (FR)

Sepeda jenis Free Ride (FR) mirip dengan sepeda jenis Downhill namun lebih ringan dan lebih mudah untuk dipakai bermanuver. Sepeda ini dibuat untuk melakukan lompatan tinggi (drop off) dan teknik-teknik ekstrim lainnya

Free Ride. (www.fezzari.com)

6. Dirt Jump (DJ)

Sepeda jenis Dirt Jump boleh dikatakan semacam sepeda BMX yang dibuat lebih besar. Sepeda DJ dirancang untuk banyak melakukan atraksi akrobatik dan lompatan ekstrim diudara. Sepeda DJ tidak cocok digunakan untuk perjalanan jauh.

Dirt Jump. (www.imagui.com)

Bagaimana dengan anda, sepeda jenis dan style gowes seperti apa yang anda sukai?

Berikut ini Kami sampaikan beberapa  tips bersepeda gunung untuk pemula.

1. Memilih sepeda adalah aspek penting yang pertama

tips bersepeda gunung untuk pemula

Mengapa ini menjadi hal yang penting? Karena sepeda adalah komponen utama yang akan Kamu gunakan untuk bersepeda. Jadi Kamu harus memilih sepeda yang pas dan tepat. Pemilihan sepeda ini akan berpengaruh pada proses bersepeda itu sendiri.

Nah, jika Kamu ingin membeli sebuah sepeda gunung, pastikan Kamu memilih sepeda yang sesuai ukuran tubuh. Kamu harus mencoba menaiki sepeda itu, jadi Kamu bisa tahu apakah ukuran sepeda dan tinggi badanmu sudah sesuai. Panjang kakimu juga akan menjadi faktor penting untuk memilih sepeda yang sesuai untukmu.

Jangan segan untuk bertanya pada petugas toko sepeda, karena seharusnya mereka bisa memberimu rekomendasi sepeda mana yang paling pas untuk tipe tubuhmu.

2. Sepeda tak akan sempurna tanpa helm sepeda

tips berseepda di gunung untuk pemula

Sama seperti pengendara kendaran bermotor roda dua, pesepeda juga harus punya helm untuk melindungi kepala dari benturan saat jatuh. Di gunung kondisi jalanan atau trek bersepeda tentu tidak pasti, kadang ada gundukan tanah, bebatuan, dan kerikil. Jadi Kamu perlu pelindung kepala agar tidak terluka parah apabila terjadi kecelakaan.

Untuk memilih helm yang tepat, pastikan ukuran helm tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Pilih juga helm yang tidak menutupi pandangan juga tidak menarik bagian telinga terlalu keras. Ini akan berbahaya karena dapat mengganggu penglihatan dan pendengaran.

3. Lengkapi alat keselamatan meski banyak orang bilang itu nggak penting

tipa bersepeda gunung untuk pemula

Untuk Kamu yang masih pemula, peralatan pengaman tambahan untuk tubuhmu juga sangat penting. Jadi saat membeli perlengkapan bersepeda gunung, jangan lewatkan daftar barang pengaman tambahan lainnya seperti sarung tangan, pelindung tulang kering, dan pelindung lengan.

Jangan lupa juga untuk membawa botol air minum di sepeda. Sebab untuk para pemula pasti akan merasa cepat haus dan lelah. Jadi botol minum ini harus selalu ada di sepedamu.

4. Tetap percaya diri meski masih pemula

tips bersepeda gunung untuk pemula

Untuk mengayuh sepeda di gunung Kamu mungkin akan merasa asing dengan trek yang harus dilewati. Di sini kemungkinan Kamu akan merasa nggak percaya diri. Padahal rasa percaya diri akan sangat mempengaruhi pada performamu. Jadi jika memang ada satu bagian trek yang nggak meyakinkan, lebih baik jangan dipaksakan.

Bukankah sesuatu yang dimulai dengan rasa ragu pasti akan menghasilkan sesuatu yang tidak bagus. Jadi pastikan Kamu pede dulu ya gais.

5. Menjaga pikiran tetap fokus dan berpikir ke depan

tips bersepeda gunung untuk pemula

Konsentrasi sangat diperlukan saat bersepeda di gunung, karena jika tidak Kamu tak akan siap dengan kondisi trek di depan. Kamu juga harus membiasakan diri untuk berpikir ke depan untuk mengatasi rintangan trek. Jangan selalu tertuju pada kesulitan trek yang sedang dijalani, tapi juga kondisi trek yang ada di depan. Dengan begitu Kamu bisa tetap waspada dan tidak panik.

6. Arahkan fokus pikiran pada trek, bukan pada pesepeda lain

tips bersepeda gunung untuk pemula

Sering kali saat bersepeda dengan beberapa orang, Kamu cenderung melihat ke arah roda pesepeda yang ada di depanmu. Padahal seharusnya yang diperhatikan adalah kondisi kontur trek paling tidak 1-2 meter di depan. Ini yang harus Kamu ingat, tetap fokuslah pada kontur trek, bukan pada roda atau pesepeda lain.

7. Memilih gear yang tepat untuk kondisi trek yang berbeda

tips bersepeda gunung untuk pemula

Saya merasa agak bingung kapan harus mengoper gear, entah menurunkan atau menaikkan. Dalam kegiatan biking di gunung, gear adalah piranti penting yang harus dimaksimalkan fungsinya. Nah, saat berada di trek yang berair, berlumpur dan berpasir maka turunkanlah gear-mu. Saat Kamu ingin mempercepat kayuhan dan menyusul pesepeda lain yang ada di depanmu, maka naikkan gear ke yang lebih berat.

Teknik pemindahan gear ini bisa Kamu pelajari perlahan sambil berlatih. Atau bisa juga menanyakannya pada orang-orang yang sudah senior.

***

Secara umum itulah tips bersepeda gunung untuk pemula. Jika Kamu baru pertama kali mencoba kegiatan ini, maka lebih baik untuk memilih trek yang tidak terlalu sulit. Misalnya adalah trek Rindu Alam yang ada di kawasan Puncak Bogor. Berlatih juga menjadi poin penting jika Kamu ingin lancar bersepeda di gunung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Best Partner For Your Adventure